Sejak Jurusan Sosiologi UGM berdiri hingga kini, timbul pertanyaan kenapa Sosiologi UGM tidak mampu membentuk semacam forum studi atau Sociology Club layaknya ribuan universitas di dunia. Seharusnya sebagai studi displin ilmu yang sudah ratusan tahun berdiri, layak jurusan ini memiliki wadah club yang dapat menampung mahasiswa Sosiologi untuk mencari ilmu.
Sekaligus berdirinya sebuah Club Sosiologi mampu menjadikan Dosen jurusan Sosiologi UGM tak hanya sebagai pengajar mata kuliah saja, namun dapat dipandang sebagai seorang Sosiolog seutuhnya dengan pemikirannya sendiri tentunya.
Hingga tahun ini 2010, ilmu yang kami terima hanyalah sebuah tradisi lisan yang tak tertulis rapi dalam sejarah puluhan alumni angkatan sosiologi. Itulah juga yang turut menjadikan masalah knapa Sosiologi Indonesia hanya akan menjadi impian dalam tidur.
Lantas kemanakah minat mahasiswa sosiologi UGM di abad milenium ini ?. Tunjukkan bahwa di FISIPOL tak hanya didominasi kajian politik saja, toh ilmu sosial itu justru yang lebih dekat dengan permasalahan masyarakat Indonesia, apalagi untuk sekelas ilmu tua Sosiologi. Karena mustahil kita hidup tanpa masyarakat, maka tak ada satupun ilmu yang tidak menggunakan sosiologi sebagai landasan analisisnya.
Kesadaran awal inilah menjadi batu loncatan kami untuk mengembangkan sebuah komunitas studi yang diberi nama Sociology Knowledge Seeker (SKS) pada 2 januari 2010. dan launching club ini dilakukan pada tanggal 5 januari 2010, dengan diskusi dan belajar bersama SPSS dan teori dunia ketiga di fisipol.
Kata Seeker menunjuk pada keberadan komunitas ini bukan semacam club yang cenderung bersifat eksklusif hanya untuk mereka kaum pandai. Seeker adalah pencari, dan yang dimaksud pencari itu tidak mengaju pada pintar-bodohnya orang. Semua individu dapat mencari ilmu dan pencari pengetahuan yang dapat di share ke media ini.
SKS adalah media penyadaran teman-teman untuk mulai sadar membangun gotong royong dalam mencari ilmu bersama-sama. Masalah teman seangkatan harusnya bisa dipecahkan bersama, jika kita dikatakan sebagai sebuah keluarga.
Kegiatan yang diadakan club ini tidaklah sepragmatis club lain. Kami lebih menekankan mencari ilmu lewat media keluarga. dari keluarga itulah masyarakat dibentuk……
hal utama yang sedang kita kembangkan adalah mencari identitas Sosiologi Nusantara, tanpa adanya dogma sempit eurosentrisme…sebenranya ilmu sosiologi Indonesia itu sangatlah kaya, tapi terkubur karena kita yang menguburnya……
Standing Position dan Program UGM Sociology Club “Sociology Knowledge Seeker (SKS)”
Sociology Knowledge Seeker (SKS) adalah rintisan Sociology Club/ Komunitas Belajar di UGM yang sebenarnya lahir sangat telat dikala Jurusan Sosiologi UGM semakin terpuruk termakan prestige jurusan lain dan minat mahasiswanya sendiri yang memperparah keadaan tersebut. Hingga kini, mayoritas mahasiswa Sosiologi UGM seringkali kehilangan jiwa ke-sosiologiannya dan terus merasa “salah memilih jurusan” sejak pertama kali menjadi MABA hingga detik-detik ujung tanduk deadline harus lulus S.sos. Karena sifat acuh tersebut, lantas membuat rasa memiliki itu semakin memburam dan tak jarang enggan untuk ‘membangun’ jurusannya sendiri lewat kehidupan akademiknya pribadi maupun Organisasi Keluarga Mahasiswa Sosiologi (KMS)nya.
Kami berdiri di sini, bukan bermaksud untuk membuat gerakan baru dalam sebuah organisasi KMS yang telah ada. Jika dianalogikan posisi KMS dan club ini adalah:
- KMS adalah semacam organisasi NEGARA yang didalamnya berisi struktur dengan pembagian kekuasaan yang sistematis dan terbagi rapi dalam berbagai departemen/divisi. Permasalahan terbesar yang kini dihadapi KMS adalah masalah SDM yang awalnya greget untuk masuk, namun loyo kebelakangnya.
- Nah, Sociology Knowledge Seeker (SKS) disini berharap dapat menjadi gerakan sosial yang mengusung semangat New Social Movement lewat isu keilmuwan, guna membantu Berkembangnya/ Eksisnya KMS khususnya dalam mengejar ketertinggalan jauuuuuuh program berkualitas dibanding HMJ lain di Fisipol.
Optimisme :
Sociology club pada dasarnya telah lama berkembang di universitas seluruh dunia –namun di Indonesia jarang ada sociology club-, dan lewat rujukan ilmu dari berbagai sociology club diseluruh dunia, SKS mengadopsi beberapa kegiatan yang kiranya mampu mengangkat Sosiologi Indonesia kedepannya. Berdirinya UGM Sociology Club ‘Sociology Knowledge Seeker (SKS)’ setidaknya dapat memberi hawa segar bagi teman-teman yang selama ini belum diberi kesempatan untuk ‘ tampil’ baik dalam pergaulan internal angkatannya ataupun dalam organisasi KMS. Didasari atas ketidakmerataan kesempatan dan ketimpangan ilmu disetiap angkatan, memberikan optimisme yang kuat berdirinya Sociology club ini. Hal tersebut terbukti dikala “Kesadaran “ menimbulkan semangat belajar bersama saat teman-teman angkatan 2008 kesulitan SPSS dan UAS, begitu pula dengan angkatan 2009 yang juga mengadakan kegiatan perdana club ini lewat transfer ilmu bagi mereka yang lebih pandai pada teman yang belum diberi kesempatan untuk pandai. Setelah hampir 24 anak hadir dalam belajar bersama SPSS, nafsu untuk mencari ilmu itu kian tumbuh di kalangan angkatan 2008 maupun 2009. Buktinya, mereka menginginkan diadakan kembali semacam training membuat proposal penelitian/skripsi dan sebagainya.
Strategi Bertahan :
Atas dasar optimisme tersebut, strategi pertama yang dirancang adalah membuat program kegiatan yang ‘dekat’ dengan kebutuhan teman-teman, semisal mengatasi kesulitan kuliah, training paper, dsb. Setelah adanya interest dari massa, maka kegiatan akan berlanjut dan dikembangkan terus menerus atas dukungan KMS dan Jurusan sendiri. Perjuangan ini tidak akan berhasil apabila tak didukun lewat jurus jitu penyebaran informasi bangsa Indonesia, yaitu lewat “Tradisi Lisan”. Diharapkan segenap teman dan dosen dapat mempublikasikan keberadaan club lewat tradisi lisan abadi di setiap pergantian angkatan Sosiologi UGM. Lewat strategi dan dukungan dari semua pihak, new social movement ini akan tetap berdiri untuk bekerja membangun KMS, Jurusan Sosiologi UGM dan Sosiologi Indonesia.
berawal dari sosiologi UGM, kami akan mencari identitas tersebut….
Aktivis Kajian…..
1.Kajian Sosiologi dan Sosiolog Nusantara: Fuji Riang Prastowo (Sosiologi 2008)
2. kajian Gerakan sosial dan Sosial demokrat : Bagus Prohantoro Nugroho (Sosiologi 2008)
3. kajian Jurnal dan Buku : Muh. Amirrudin (Sosiologi 2009)
4. Kajian Research dan Methodology : Marissa Ayu Utami (Sosiologi 2008)
5. Kajian Seni dan Budaya Pop : Pristiqa Ayun W (Sosiologi 2008)
dan akan menyusul kajian-kajian berikutnya………..


Comments on: "tentang kami…." (3)
mari bangun sosiologi bersama….
Halo teman-temin,
Saya senang sekali bisa menikmati hiruk pikuk aktivitas yang selama ini kalian kembangkan melalui KMS. Sebelumnya, perkenalkan saya Meredian Alam, panggil saja Mere, masuk sosiologi September 2004 dan keluar 2008 (sebenarnya belum bisa disebut sebagai alumni kali yaa karena masih ngendon di S2 Sosiologi sbg mahasiswa sejati hehehe). Ngomong-ngomong soal sosiologi, tentu saja eksplorasi kirta akan tiada batas. Banyak sekali minat yang bisa temen-temen kembangkan di sosiologi. Kebetulan saya nggak terlalu pinter menganalisis Marx, Weber, Dulkheim, Heidegger dan kawan2nya, tapi pada akhirnya saya menikmati belajar Sociology of Environment melalui riset lapangan dalam 5 tahun terakhir yg pernah mengantarkan menjadi Sustainable Development Analyst di salah satu perusahaan. Sosiologi di luar negeri benar-benar dikagumi, bahkan di Singapura. Berbekal pengatahuan Sosiologi, kemaren sempat diizinkan menjadi First Author di International Conference Singapura bersama seorang profesor ilmu Psikiater Monash Univ. Saya berharap, teman-temin bisa mengeksplor lebih banyak isu, tidak hanya wacana teoretik saja, tetapi juga kasus2 ingkungan dan komunitas.
Salam manis,
Mere.
he..terimakasih mas,
kita kenal mas mere juga pas sosiologi lingkungan (dulu)…
dari angkatan 07-08-09 baru mulai bisa ngrintis atmosfer yg lebih baik di sosiologi…
tolong dipantau ya utk angkatan2 slanjutnya…
KMS juga sedang sibuk menguatkan solidaritas di Fisipol..membangun FORKOM kembali…slh satunya lewat kesuksesan dua ospek fakultas 2009-2010///
hasilnya…sekarang kita satu keluarga di fisipoll…semua jurusan jd slg bantu..hehe