" dedicated to present the waste of society "

Sociology

INFO SKS (SOCIOLOGY KNOWLDEGE SEEKER):
Mengundang kawan-kawan mahasiswa dalam Sociology Interdisipliner Discuss dengan tema “Pluralisme dan Kekerasan”

Jumat, 25 Maret 2011, pukul 15.30di taman sekip kampus Fisipol
Pemantik :

Sociology Knowladge Seeker (SKS), KOMAP, Sosiologi UIN Kalijaga
By : SKS n KMS
Ditunggu partisipasinya..^^

Petunjuk Lokasi:
Perempatan mirota kampus ke barat, nanti ketemu pertigaan belok kiri (kearah selatan) , terus nanti di sebelah timur jalan ada kampus fisipol map sekip. Tepatnya di seberang jalan persis rumah sehat UGM.

Sampai Jumpa di lokasi diskusi kawan-kawan :D

dalam rangka perwujudan rasa terimakasih dan mengakrabkan mahasiswa jurusan sosiologi UGM, mahasiswa baru jurusan Sosiologi angkatan 2010 mengundang kakak-kakak sekalian pada acara :

BUKA BARENG

yang akan kami laksanakan pada

hari : Rabu

Tanggal : 1 September 2010

Pukul : 16.30-selesai

tempat : Kampus MAP (Fisipol SEKIP)

DIHARAPKAN KEDATANGAN DARI SELURUH KELUARGA MAHASISWA SOSIOLOGI YANG BERSEDIA DATANG…..

Dalam rangka mendorong kreatifitas akademik dan publikasi mahasiswa. Program Sarjana FISIPOL UGM, Fakultas kembali menyelenggarakan Program Hibah Riset dan Publikasi Mahasiswa 2010.

Tema Penelitian :

  • Manajemen dan Kebijakan Publik : Manajemen Lingkungan dalam Mengatasi Pemanasan Global
  • Ilmu HI : Introduction to International Relation : Indonesia Perspective
  • Ilmu Komunikasi : Pemetaan Preferensi Media Masyarakat Kota
  • Politik dan Pemerintahan : Demokrasi yang Menyejahterakan
  • Pembangunan Sosial & Kesejahteraan : Capaian MDGs di Indonesia
  • Sosiologi : Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Teman-teman ini ada jadwal kuliah terbaru dari sosiologi..

silahkan di downloadJADWAL KULIAH JURUSAN SOSIOLOGI FISIPOL UGM SEMESTER I TAHUN AJARAN 2010

sebagai mahasiswa sosiologi yang menekankan interaksi sebagai basis kekuatan penting dalam pergerakan, maka KMS selama sebulan ini akan menyusun agenda perubahan bersama anggota Jaringan Mahasiswa Sosiologi Se-Jawa Korwil III DIY.

Permasalahan pelik sepulang dari Kongres JMSJ Malang, tak ayal membuat kegiatan jaringan ini sedikit terhambat hingga kini…

untuk itu Adityo Nugroho (Ketua KMS), Wakhyuning Ngarsih (KaDiv.Humas) dan Fuji Riang Prastowo (Koord. UGM utk JMSJ Korwil III 2009) akan menghadiri rangkaian rapat guna rekontruski kembali jaringan yang ‘belum’ dimanfaatkan secara optimal ini.

tempat diFISE Univ. Negeri Yogyakarta (Pendidikan Sosiologi)

Rangkaian waktu :

Rabu, 1 Juni 2010 : Konsep rekontruksi dan pemilihan korwil

Rabu, 8 Juni 2010 : Pemantapan Koord.Universitas dan penyusunan agenda bersama pasca liburan semester.

Haluan Agenda Utama :

1. Makrab untuk kaderisasi anggota JMSJ Korwil III DIY Sosiologi angkatan 2009 dan 2010

2. Diskusi Rutin -bergilir setiap bulan di masing-masing Universitas bersama

3. dan lainnya (baru diwacanakan)

atas nama :

Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sosiologi Fishum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sosiologi Universitas Atmajaya Yogyakarta

Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta

dan

Sosiologi Universitas gadjah Mada

>>>Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan ketika belum ada usaha maksimal dan kehendak Tuhan, keberdaan Jaringan ini sangat mubazir jika disia-siakan begitu saja, hanya karena “berproblema” menurut tradisi lisan yang berkembang..ckckc

kawan smua, doakan agar jaringan ini segera maju !!

Keluarga Mahasiswa Sosiologi (KMS) FISIPOL UGM akan mengadakan Diskusi Public ” PERAN RISET DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL “. Adapun diskusi public ini akan terbagi kedalam 2 sesi :

  • Kamis, 27 Mei 2010 pukul 10.00 WIB menghadirkan pembicara Ghofur Muhammad di Ruang 201 B Fisipol UGM
  • Selasa, 1 Juni 2010 pukul 13:00 WIB menghadirkan pembicara Derajad Widhyharto, S.Sos., M.Si di Ruang Seminar timur Fisipol UGM

Acara ini tidak dipungut biaya alias Gratis. Demikian isi pengumuman ini. Sekian dan Terima Kasih.

OLEH: BAGUS P. NUGROHO

08/268461/SP/23065

Hingga kini masih banyak negara berkembang yang masih belum lepas dari kemelut keterbelakangan. Terutama negara-negara jajahan paska perang dunia kedua seperti Indonesia salah satunya. Negara-negara tersebut masih memiliki ketergantungan terhadap negara-negara maju, terutama dalam hal perekonomian pembangunan. Sementara di negara-negara maju telah banyak berkembang teori-teori mengenai modernisasi yang dianggap sukses menyejahterakan negaranya. Namun teori-teori tersebut rupanya kurang relevan diterapkan di negara-negara berkembang. Pasalnya banyak negara berkembang yang hingga kini masih belum mengalami kemajuan yang signifikan.

Terdapat beberapa teori mengenai modernisasi yang menekankan terhadap keterbelakangan dan ketergantungan. Dalam pembahasan ini akan lebih ditekankan terhadap teori struktural.

Teori Struktural

Dari perspektif ini, keterbelakangan dan ketergantungan disebabkan oleh eksploitasi yang dilakukan negara maju terhadap negara berkembang. Eksploitasi tersebut dilakukan dengan modus pengolahan hasil pertanian. Negara berkembang berkewajiban memasok hasil pertanian untuk industri di negara maju. Kondisi struktur seperti ini membuat negara berkembang tidak dapat keluar dari tekanan struktur.

Salah satu teoritis struktur adalah Talcott Parsons. Parsons berpendapat bahwa komponen struktural sistem sosial status-peran. Status merupakan hal yang merujuk pada posisi struktural sebuah sistem sosial, sementara peran adalah hal yang dilakukan dalam suatu posisi. Menurutnya, pelaku peran akan secara otomatis melakukan peranya dalam sistem sosial.

Dari pendapat Parsons dapat kita analogikan negara-negara di dunia sebagai suatu sistem sosial. Dalam hal ini terdapat pembagian status yaitu negara maju dan negara berkembang. Negara berkembang memiliki peran yakni menyediakan hasil pertanian bagi kepentingan industri negara maju. Peran tersebut dapat berjalan apabila mendapat bantuan finansial dari negara maju, sehingga negara berkembang semakin bergantung terhadap negara maju. Sementara itu, negara maju yang mendapat pasokan hasil pertanian justru menjual kembali dengan harga tinggi kepada negara berkembang setelah hasil pertanian tersebut diolah. Peran negara berkembang tersebut membuat angka konsumsi dari negara berkembang semakin tinggi sementara angka pemasukan dari negara berkembang lebih rendah. Kondisi ini membuat negara berkembang semakin terbelakang dalam hal perekonomian sehingga mereka meminjam uang dari negara maju untuk menyeimbangkan neraca anggaran mereka.

Dalam teori ini, yang ditekankan adalah terdapat kewajiban negara berkembang untuk membayar hutang sehingga membuat struktur tersebut sulit untuk diubah.

Teori Pertukaran

Tidak jauh berbeda dengan teori sebelumnya, teori pertukaran yang dikembangkan oleh Paul Baran dan Paul Prebish, eksploitasi timbul akibat pembagian kerja internasional antara negara maju dan negara berkembang. Hampir mirip dengan teori struktur, namun yang membedakan adalah teori ini lebih menekankan adanya pertukaran yang disepakati keduabelah pihak sekalipun terdapat ketidakseimbangan yang memberatkan negara berkembang. Pendapat ini dikuatkan oleh Richard Emerson yang menyatakan bahwa “kekuasaan satu pihak atas pihak lain dalam sebuah hubungan pertukaran adalah fungsi terbalik dari ketergantunganya terhadap pihak lain” (Ritzer, 2008:446). Sementara itu terdapat kekuasaan dan ketergantungan yang tidak seimbang antara negara maju dan negara berkembang sehingga menciptakan ketimpangan antara keduanya.

Kesimpulan

Dari kedua perspektif di atas, kesimpulan yang dapat diambil adalah:

  1. Teori modernisasi lebih menguntungkan bagi negara-negara maju yang didominasi oleh barat. Sehingga tidak akan mengubah suatu struktur dalam sistem sosial sekalipun teori tersebut dipakai oleh negara berkembang.
  2. Teori modernisasi dikembangkan di barat yang sebelum perang dunia kedua mereka telah merdeka, sehingga kultur mereka akan berbeda dengan negara berkembang yang baru merdeka paska perang dunia kedua. Kultur masyarakat di barat pra perang dunia kedua telah masuk ke dalam masyarakat industri yang teknologi ataupun peradabannya sudah maju, sedangkan negara berkembang masyarakatnya masih tradisional sekalipun perang dunia kedua telah berakhir. Akibatnya, teori yang ada merupakan teori yang berawal dari peradaban yang sudah maju untuk membuat semakin maju, bukan sebuah teori yang memang dilatarbelakangi oleh semangat pembangunan dari negara berkambang yang masih terbelakang.
  3. Teori yang ada tidak memberikan solusi atas eksploitasi yang dilakukan negara maju terhadap negara berkembang. Teori yang ada hanya sebatas memberikan gambaran terhadap eksploitasi yang terjadi.

Selain itu, faktor lain yang memengaruhi adalah lifestyles atau gaya hidup. Gaya hidup merupakan bagian dari kebudayaan, sementara kebudayaan merupakan fakta sosial. Di negara-negara maju yang telah memasuki level High Mass Consumption memang diimbangi dengan pemasukan yang sebanding. Namun celakanya media informasi kebanyakan hanya menyoroti tingkat konsumsinya serta gaya hidupnya. Sehingga hal yang terjadi adalah masyarakat di negara berkembang mengikuti hal itu agar disebut sebagai masyarakat modern.

Referensi :

Chaney, David. 2003. Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra

Ritzer, George dan Goodman, Douglas J. 2008. Teori Sosiologi dari teori sosiologi klasik sampai perkembangan mutakhir teori sosial modern. Yogyakarta: Kreasi Wacana

dikutip :

http://www.fisipol.ugm.ac.id/websospol/informasi_isi.php?fisip0l=00216

KABAR
2010-05-12; 11:19:09
pengirim: Amanda


Kebangkitan Mahasiswa Sosiologi Diskusi-diskusi publik yang ada di kampus FISIPOL akhir-akhir ini diadakan oleh KMS (Keluarga Mahasiswa Sosiologi). Rangkaian acara diskusi tersebut merupakan sebuah strategi KMS untuk menunjukkan eksistensi mereka sebagai mahasiswa Sosiologi di lingkungan FISIPOL.

Penggalian tema-tema yang dirasa menarik seperti Reposisi Peran Mahasiswa Sosiologi dalam Reformasi Sosial di Indonesia dan Peran Elit Agama dalam Mendominasi Kehidupan Sains dan Politik di Iran sukses menarik perhatian mahasiswa FISIPOL, bahkan lain fakultas.

Fuji Riang P, salah satu anggota KMS (Keluarga Mahasiswa Sosiologi) 2008, mengatakan bahwa diskusi-diskusi tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi Jurusan Sosiologi terhadap kemajuan mahasiswanya sendiri. Seperti yang kita tahu, banyak sekali masalah-masalah sosial yang sangat potensial untuk digali dan menarik didiskusikan. Selain itu, acara tersebut juga diadakan untuk mengakomodasi para mahasiswa yang kebanyakan study oriented. Diskusi-diskusi tersebut diharapkan dapat menyatukan mahasiswa bertipe study oriented untuk membentuk sebuah kelompok belajar.

Lanjutnya, bisa dibilang rangkaian diskusi-diskusi tersebut merupakan kebangkitan mahasiswa Sosiologi. Seperti yang dia tahu, mahasiswa Sosiologi saat ini memang kurang eksis dalam lingkungan FISIPOL, sehingga KMS berkewajiban untuk merubah stereotype tersebut. Melalui kelompok Sociology Knowledge Seeker, KMS berencana untuk mengadakan diskusi keliling antar universitas. Hal ini dilakukan untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman mahasiswa Sosiologi, karena jurusan Sosiologi di universitas yang berbeda akan memiliki konsentrasi yang berbeda pula.

Dalam waktu dekat, KMS akan menggelar diskusi publik mengenai fenomena reality show yang cenderung mengeksploitasi kemiskinan yang ada di Indonesia. Diskusi tersebut diharapkan dapat memancing kepekaan mahasiswa Sosiologi terhadap persoalan sosial di sekitar.

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.